Tanya hasratmu benarkah dirimu
Masih membutuhkan aku
Bila tak berubah bicara padaku
Kepastianlah yang ku tunggu
(Cipt. Gigi)
ketika ingin memahami dan mengerti nuansa lagu yang cukup puitis sepenggal di atas adalah tentunya menceritakan bahwa seseorang sangat mengharapkan yang namanya kepastian apalagi seseorang yang berkepribadian dan memiliki sifat melankonis. Hehehe…
terma kepastian tersebut bisa di interpretasikan ke berbagai hal dan maksud yang di inginkan. Bisa ke soal prestasi, karir (keuangan), maupun hubungan (jodoh). Di satu sisi sebagian besar seseorang mempunyai prinsip bahwa rezki, jodoh, dan maut itu adalah sesuatu yang pasti. Sedangkan di sisi lain kita tidak mengetahui dari sebuah kepastian itu, misal pertanyaan yang di lontarakan adalah : berapanya, siapanya, di mananya, kapannya, dan bagaimannya. Pertanyaannya, yang mana lebih besar unsur pastinya atau tidak pastinya ? Dalam pengertian kepastian bisa dilihat dalam kamus online http://kamusbahasaindonesia.org/kepastian.
Dengan pengertian tersebut istilah kepastian itu menjadi suatu sifat yang aksioma, misalnya 1 + 1 = 2. Dalam pembagian disiplin ilmu yang berbeda dan menurut ahli penemuan otak kanan, bahwa mereka yang sangat menyukai pelajaran IPA mereka adalah orang yang selalu berada dalam kepastian. Tentunya kita ketahui bahwa di dalam pelajaran ini harus dan senantiasa menguasai rumus-rumus yang di tetapkan.
Sedangkan dalam pelajaran IPS misalnya politik, sosiologi,dll, mereka yang di dalamnya senantiasa mencari sesuatu yang tidak pasti, karena realitas yang senantiasa berubah, selain itu fenomena yang diamati bisa menjadi bahan research selanjutnya sesuai dengan perkembangan zaman yang ada.
Memahami Ketidakpastian
Seorang psikolog dan sosiolog ternama, Menurut Erich Fromm bahwa di dalam diri manusia terdapat unsur kepastian dan ketidakpastian. Hal tersebut bisa di lihat dalam Tesis yang di tulisnya ‘Melarikan diri dari kebebasan’. (Erich Fromm, Escape from Freedom NY: Rinehart, 1941 Hlm 36-7). Dengan itu manusia akan selalu berada dalam kubangan pencarian yang diharapkan dan tanpa merasa yang ada di hadapannya adalah serba kepastian.
Secara spontanitas, kerap kali seseorang mengatakan kepada lawan bicaranya ( yang pasti-pasti aja dech ). Dengan itu pemaknaan secara lateral, seseorang yang mengutarakan kalimat tersebut tanpa mau berusaha melewati proses ikhtiar dan doa. Selain itu, kebanyakan orang menganggap ketidakpastian sebagai hal yang membingungkan dan kerap membuat mereka ‘gerah’.
Tentunya yang tak lazim di dengar, bahwa hidup adalah pilihan. namun kita tidak selalu dapat memilih karena kita bukanlah pemegang takdir. Akan tetapi, ketika kita senantiasa melakukan proses usaha doa dan ikhitiar tentunya ada ikut campur tangan dari sesuatu yang maha segalanya.
Ketika kita sepintas menilai seseorang bahwa mereka terkadang hidupnya serba ketidakpastian, bukan karena mereka tidak tahu kemana harus melangkah, cara apa yang harus ia lakukan, dan jalan mana yang harus ia lalui, tapi karena hambatan dan pertimbangan bagi masing-masing orang berbeda. Selain itu, dengan pemahaman ketidakpastian bagi penulis tentu tidak selamanya buruk. Karena dengan perasaan bingun tentu bisa saja melahirkan sebuah pemikiran baru dan kreatitivitas yang unik dan sedikit merangsang daya nalar yang kita miliki.
Sebagai pengamatan, seseorang yang dikatakan berpenghasilan yang tidak pasti (keuangan yang tidak stabil) tetapi mereka sangat merasakan kebahagiaan yang sangat besar. Sebaliknya orang yang berpenghasilan yang stabil bisa saja mengalami rasa ketakutan dan kehilangan harta yang dimilki. tetaplah bersabar dalam menghadapi sebuah ketidakpastian, Insya Allah !!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar